Rabu, 20 Mei 2015

berikut 6 destinasi wisata mainstream dan anti mainstream yang ada di Bali:

1. Pantai Kuta 

 
Hampir semua traveler yang singgah ke Bali pernah menginjakkan kaki ke Pantai Kuta. Tentunya Pantai Kuta dikategorikan sebagai destinasi wisata yang sudah mainstream. Tapi nyatanya, tidak sedikit wisatawan yang terus kembali ke Pantai Kuta.

Pantai pasir putih hingga turis berbikini memang menjadi salah satu ciri khas Pantai Kuta yang membuatnya selalu menarik. Jalan-jalan santai hingga melihat sunset juga menjadi beberapa aktivitas menarik di Pantai Kuta.

Sejumlah fasilitas olahraga air seperti parasailing, hingga banan boat juga dapat Anda nikmati. Sedangkan di kalangan turis asing, Pantai Kuta juga menjadi salah satu lokasi surfing di Bali.

Menjelang malam, suasana di sepanjang jalan legian di Kuta juga makin meriah dengan adanya sejumlah bar yang menawarkan hiburan malam. Bagaimana pun juga, Pantai Kuta memang selalu menarik untuk dikunjungi.



2. Pura Tanah Lot 

 
Selain pantai, Pulau Dewata juga terkenal akan budaya dan tradisi Hindu yang masih terjaga baik. Salah satu bagian budayanya pun tampak dari banyaknya Pura Hindu yang indah dan begitu sakral. Salah satu yang paling populer adalah Pura Tanah Lot di Tabanan.

Bagi umat Hindu, Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Bagi wisatawan, Tanah Lot juga terkenal sebagai tempat nan indah untuk melihat matahari terbenam.

Bicara soal keunikan, lokasi Pura Tanah Lot yang berdiri di atas batu dan menjorok dari bibir pantai memang tidak biasa. Terdapat dua pura yang dapat dilihat, satu di atas bongkahan batu, dan satunya lagi terletak di atas tebing.

Fakta unik lainnya, terdapat ular-ular belang yang jinak di beberapa lorong tebing karang Pura Tanah Lot. Ular itu dipercaya sebagai penunggu pura. Selain itu juga terdapat sumber air tawar di sebelah barat pura yang dipercaya suci bagi Umat Hindu.


3. Jimbaran



Lokasi wisata lainnya di Bali yang tidak kalah populer adalah Jimbaran yang terletak di bagian selatan bandara dan Kuta. Desa yang dulunya merupakan perkampungan nelayan itu telah menjelma menjadi daerah prestisius yang diisi oleh berbagai hotel berbintang dan sejumlah vila.

Jimbaran sering disinggahi oleh wisatawan, baik yang memang menginap di sana maupun hanya sekedar jalan-jalan. Ombak yang cenderung tenang beserta pantai pasir putih, membuat Jimbaran cukup ramai didatangi turis asing hingga mancanegara.

Aktivitas yang dapat dilakukan di Jimbaran pun bervariasi, dari renang hingga spa yang ditawarkan oleh sejumlah penyedia jasa. Bagi Anda yang mau dinner romantis, Jimbaran juga punya sejumlah restoran dengan suasana dan view yang indah.


4. Yoga Barn 


 
Daerah Ubud di Bali terkenal akan lokasi pedesaan yang damai dan hijau. Selain bisa melihat teras sawah di daerah Tegalalang, traveler pun bisa memanjakan diri dengan melakukan spa hingga yoga di Yoga Barn.

Yoga Barn terletak di Jalan Raya Pengosekan, Ubud. Format Yoga Barn adalah sebuah studio yang dilengkapi dengan pusat penyembuhan spiritual. Beberapa yang ditawarkan adalah kelas yoga dan terapi spa yang pastinya menyegarkan kepala dari sumpeknya rutinitas sehari-hari.

Jasa yang ditawarkan pun diajarkan langsung oleh para profesional di bidangnya masing-masing. Lokasi Yoga Barn yang terletak di hijaunya Ubud juga memberi kedamaian dan rasa nyaman yang sulit dijumpai di perkotaan.

Yoga Barn juga dilengkapi dengan kafe kebun yang menawarkan berbagai pilihan menu yang menyehatkan. Bahan masakannya saja diambil langsung dari kebun organik yang dimiliki oleh pihak Yoga Barn.


5. Pantai Suluban 



Bagi Anda yang datang ke Bali untuk mencari pantai anti mainstream, Pantai Suluban atau disebut juga Blue Point Beach di Uluwatu dapat menjadi pilihan. Sesuai namanya, pantai ini memang didominasi oleh warna biru yang muncul dari jernihnya air dal birunya langit.

Menariknya, Pantai Suluban terkenal dengan sejumlah kafe dengan pemandangan yang menhadapap ke pantai. Salah satunya yang paling menarik adalah sebuah kafe yang berdiri di atas tebing dan bernuansa outdoor.

Uniknya, Anda perlu menuruni tangga dengan dinding batu di kanan kirinya untuk mencapai Pantai Suluban. Penamaan pantainya juga sesuai dengan nama 'suluban' yang memiliki arti 'mesulub' yang berarti melewati bawah atau kolong. 

Pantai Suluban juga menjadi salah satu destinasi favorit di kalangan peselancar karena ombaknya yang cukup lumayan. Jadi jangan heran kalau Anda akan terkena cipratan ombak kalau sedang jalan-jalan di Pantai Suluban.


6. Air Terjun Sekumpul 


 
Selain pantai dan pura, Bali juga punya air terjun. Jika mampir ke daerah Buleleng di Bali Utara, jangan lupa mampir untuk melihat Air Terjun Sekumpul yang terkenal indah. Air terjun ini juga masih belum mainstream, alias belum terlalu populer.

Jalan menuju Air Terjun Sekumpul tidaklah terlalu sulit. Dari arah Lovina Anda sudah dapat menemui beberapa papan petunjuk mengenai Sekumpul. Setibanya di area parkir, traveler masih harus menuruni beberapa anak tangga.

Tapi tidak usah khawatir, tangga menuju air terjun sudah dilengkapi dengan pegangan dari besi. Namun semua jerih payah akan terbayar ketika sampai di hadapan Air Terjun Sekumpul. Anda tidak hanya akn menemukan satu air terjun, namun lima sekaligus.

Dari namanya 'sekumpul', sudah menjelaskan kalau terdapat sekumpulan air terjun di sana. Keindahannya pun makin terasa ketika dipadukan dengan suasana hijau dan sejuk Hutan Buleleng.

7. Taman Garuda Wisnu Kencana























GWK adalah tujuan yang tepat. Ada yang tau apa itu GWK? hehehehe 😀 GWK adalah Garuda Wisnu Kencana terletak di bagian selatan P.Bali ia merupakan taman wisata budaya yang “gagah”. Karya I Nyoman Nuarta

8. Tampak Siring




Tampak Siring, nama sebuah kecamatan di kabupaten Gianyar, luas dari wilayah kecamatan Tampak Siring, sebesar 42,63 kilometer persegi. Jika anda berangkat dari airport Ngurah Rai Denpasar, maka anda perlu waktu satu jam lima belas menit, untuk ke tempat wisata di Ubud ini dengan mobil. Tampak Siring lebih dikenal dikalangan wisatawan sebagai sebuah pura yang bernama Tirta Empul.
Tampak Siring
Tirta Empul adalah nama sebuah pura yang terletak di kecamatan Tampak Siring. Pura Tirta Empul banyak dikunjungi para wisatawan, baik dari mancanegara maupun wisatawan domestik. Objek wisata Tirta Empul, merupakan salah satu, tempat liburan di Bali yang wajib dikunjungi. Di pura Tirta Empul, terdapat mata air dan juga digunakan oleh masyarakat pemeluk agama Hindu, untuk permandian dan memohon tirta suci.

permandian pura tirta empul
Untuk jalur pariwisata di Bali, Tampak Siring digunakan sebagai jalur persinggahan wisatawan yang telah berkunjung ke daerah objek wisata Ubud, seperti objek wisata sawah terasering Tegalalang, atau wisatawan yang telah datang dari tempat wisata Kintamani, menuju ke kawasan tempat wisata di Bali selatan.

Sejarah Tampak Siring Pura Tirta Empul

Nama Tampak Siring berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring. Usana Bali salah satu lontar yang menceritakan tentang sejarah Tampak Siring Bali. Telapak yang ada dalam nama tempat wisata ini, diceritakan sebagai telapak dari raja yang bernama Mayadenawa.
Sejarah Tampak Siring Pura Tirta Empul
Mayadenawa diceritakan seorang raja sakti, tapi memiliki sifat jahat dan beraggapan dirinya adalah seorang dewa. Karena bersifat jahat, maka Dewa Indra mengirim pasukan beliau, untuk menghancurkan Mayadenawa. Mayadenawa kalah perang melawan Dewa Indra dan Mayadenawa lari kehutan. Untuk menghilangkan jejak, Mayadenawa berjalan dengan memiringkan kakinya ke tengah hutan.
Walaupun Mayadenawa berusaha menghilangkan jejak, tapi usahanya melarikan diri gagal. Sebelum berhasil ditangkap oleh pasukan dewa Indra, Mayadenawa menciptakan mata air beracun. Dengan mata air beracun, Mayadenawa berhasil membunuh sebagian dari pasukan dewa Indra, yang mengejar Mayadenawa.
Untuk mengatasi mata air beracun dari Mayadenawa, Dewa Indra menciptakan mata air penawar racun. Mata air ini yang bernama Tirta Empul (air suci), oleh karena itu Pura yang memiliki mata air ini disebut dengan nama pura Tirta Empul. Hutan yang digunakan untuk Mayadenawa melarikan diri, dengan posisi kakinya dimiringkan inilah yang sekarang menjadi kawasan wisata Tampak Siring. Lihat disini, lokasi dari Pura Tirta Empul di Google Map.

Istana Tampak Siring – Tempat Wisata Di Bali

Selain pura, di tempat wisata ini terdapat istana kepresidenan yang didirikan oleh presiden pertama Indonesia, IR Soekarno sebagai tempat peristirahatan beliau saat berkunjung ke Bali. Istana Tampak Siring di bangun dari tahun 1957 – 1960.
Pembangunan istana kepresidenan Tampaksiring dilakukan secara perlahan-lahan dan mengalami tahapan. Artiktek yang mendesain istana kepresidenan adalah RM Soedarsono. Bangunan awal yang di bangun pada tahun 1957 adalah wisma Merdeka dan wisma Yudistira.
Istana Tampak Siring

Istana Tampak Siring mengalami penambahan bangunan pada tahun 2003, yang diperuntukan untuk KTT ASEAN Summit XIV. Penambahan bangunan pada Istana Tampak Siring, berupa bangunan untuk sarana konfrensi dan resepsi tamu negara. Balai Wantilan yang ada di Istana Tampak Siring, juga mengalami renovasi untuk acara pertujukan kesenian tamu negara.
Tujuan dari pembangunan istana kepresidenan ini, sebagai tempat Presiden, keluarga presiden dan tamu negara beristirahat saat berkunjung ke pulau Bali.
Tampak Siring Ubud, tempat wisata di Bali favorit wisatawan. Lokasi dari pura Tirta Empul (permandian air suci) dan Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Cara Terbaik Ke Pura Tirta Empul Tampak Siring

Jika anda liburan ke Bali, sebaiknya anda meluangkan waktu untuk datang ke kawasan wisata pura Tirta Empul dan berkunjung ke istana presiden. Banyak pengalaman dan hal baru yang akan anda ketahui, jika anda berwisata ke pura Tirta Empul. Jika anda menyukai objek wisata Tirta Empul, maka anda pasti akan menyukai objek wisata pura Taman Ayun Mengwi.
Tentunya saat ingin wisata ke pura Tirta Empul, anda pastinya akan memerlukan sarana transfortasi. Saat ini di Bali belum ada sarana transfortasi umum, dari tempat wisata Bali selatan menuju ke kawasan wisata pura Tirta Empul.
Jika anda menginap di kawasan wisata Ubud, menggunakan taksi salah satu saranan transfortasi yang dapat anda gunakan. Jika anda berencana mengunjungi lebih dari satu tempat wisata di Bali, tidak hanya ke pura Tirta Empul. Maka menggunakan jasa Bali sewa mobil supir salah satu cara terbaik untuk mendapatkan sarana transportasi murah.
Selain menyediakan jasa sewa mobil murah di Bali dengan supir, kami juga menyediakan jasa paket wisata di Bali untuk wisata ke pura Tirta Empul. Sebagian besar pelanggan kami yang memilih paket wisata saat liburan di Bali, tidak ingin ribet untuk memikirkan akan, biaya tiket masuk, biaya parkir kendaraan, biaya bahan bakar minyak serta biaya makan. Selain tidak ribet, dengan membeli paket wisata ke Bali, total biaya liburan akan jauh lebih murah dari pada anda tidak membeli paket tour.


 9. goa gajah gianyar bali







Selasa, 05 Mei 2015

Menaburlah dengan tulus

 

Seorang raja meminta tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.
Raja berpesan "Tuliskan sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya"
Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, tetapi lebih sulit menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu.
Akhirnya setelah berdoa dan berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang Raja
Dan dengan tersenyum, sang Raja membaca tulisan kecil di cincin itu, bunyinya "THIS TOO, WILL PASS"
(DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU)
Awalnya sang Raja tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis disana.?///???????!!!!
Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu dan ia pun menjadi lebih tenang, "Dan inipun akan berlalu..."
Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.
Betul!
Ketika kita sedang punya masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu.."
Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup.
Bersyukurlah kepada nikmatnya hidup ini..
Jadi ketika kita punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih.
Tapi tatkala kita sedang senang, nikmatilah selagi kita bisa senang.
Ingatlah...
Apapun yang kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu...

by : Indah Bunga Intan Matondang
 
 

Rabu, 29 April 2015

Tentang Yogyakarta (Jogja)

By : Indah Bunga Intan 










Diberi gelar Daerah Istimewa Yogyakarta, kota di pulau Jawa ini memang punya banyak keistimewaan. Dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, budaya Jawa di Yogyakarta masih dipelihara dengan baik. Keraton bukan hanya menjadi tempat tinggal Sri Sultan, tapi juga menjadi tempat di mana budaya Jawa masih dipelihara dengan baik di tengah zaman modern seperti saat ini, misalnya pernikahan keluarga keraton yang masih memakai tradisi Jawa.
Yogyakarta disebut juga sebagai Kota Pelajar. Banyak pelajar dari luar kota yang datang untuk belajar di Yogyakarta. Salah satu universitas terbesar yang terdapat di Yogyakarta adalah Universitas Gajah Mada (UGM). Selain UGM, masih banyak lagi universitas ternama di Yogyakarta seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Selain menjadi tujuan mahasiswa, kota ini juga menjadi tujuan wisatawan. Anda bisa menemui banyak objek wisata di kota ini, mulai dari wisata budaya seperti Keraton Kesultanan, sampai pasar tradisional seperti pasar Malioboro dan Beringharjo. Anda bisa membeli aneka suvenir khas Yogyakarta di dua pasar tersebut.
Tak lengkap jika membicarakan Yogyakarta namun tak menyebut makanan khasnya. Makanan khas Yogyakarta yang terkenal adalah gudeg. Walaupun gudeg terdapat di banyak kota, tapi gudeg khas Yogyakarta ini masih digemari karena memakai resep asli turun-temurun. Selain gudeg, ada pula jajanan khas yang dijadikan oleh-oleh seperti bakpia pathok.

 

Wilayah utama di Yogyakarta

Kota Yogyakarta terbagi menjadi 14 kecamatan, namun ada dua wilayah utama yang dikenal karena objek wisatanya, yaitu:

 

Kotagede

Terkenal dengan kerajinan peraknya, di sini Anda bisa menemukan kerajinan perak yang dikerjakan oleh warga di rumah masing-masing. Selain kerajinan peraknya, di Kotagede juga terdapat Masjid Agung Kotagede yang merupakan masjid pertama di Yogyakarta.

Kraton

Kraton merupakan kecamatan yang mencakup kawasan keraton atau istana sultan. Kecamatan ini tepat berada di tengah kota Yogyakarta dan menjadi tujuan wisata karena terdapat berbagai objek wisata yang bisa dikunjungi seperti Tamansari dan Alun-alun selatan Yogyakarta.

Sejarah Yogyakarta

Nama Yogyakarta berasal dari kata ‘ayogya’ atau ‘ayodhya’ yang berarti kedamaian dan ‘karta’ yang berarti baik. Jadi Yogyakarta bisa diartikan sebagai kota yang damai.
Status sebagai Daerah Istimewa yang dimiliki oleh Yogyakarta berawal dari perjanjian yang dibuat Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII yang menyatakan bahwa Negeri Nyayogyakarto Hadiningrat mendukung kemerdekaan Indonesia dan masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun memutuskan untuk masuk ke wilayah NKRI, namun ada syarat yang diajukan Sri Sultan, pemimpin Yogyakarta haruslah dari keraton dan pemerintah Indonesia tidak berhak ikut campur.
Pada saat itu, Kesultanan Yogyakarta memiliki hak untuk lepas dan menjadi negara sendiri namun Sri Sultan memutuskan ikut masuk dalam wilayah kesatuan NKRI. Keputusan Sri Sultan dan Paku Alam VIII tersebut kemudian disetujui oleh Ir. Soekarno selaku Presiden Indonesia pada saat itu. Sejak saat itu Yogyakarta memiliki status sebagai Daerah Istimewa yang disahkan dalam Undang-Undang  No. 3 tahun 1950 Jo UU No. 19 tahun 1950 mengenai Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cara ke Yogyakarta

Melalui udara

Perjalanan melalui udara ke Yogyakarta menggunakan pesawat terbang akan mendarat di Bandara Internasional Adisucipto (JOG), Sleman.


Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax

  • Penerbangan domestik: Rp 35.000
  • Penerbangan internasional: Rp 100.000

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Transportasi dari dan ke bandara

Bandara Internasional Adisucipto terletak di Sleman, sekitar 9 km dari pusat kota Yogyakarta. Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa Anda gunakan untuk menuju pusat kota Yogyakarta, antara lain:
Trans Jogja
Anda bisa menggunakan Trans Jogja untuk menuju ke pusat kota dari bandara. Untuk ke pusat kota seperti kawasan pasar Malioboro dan Keraton Kesultanan, Anda bisa menggunakan trayek 1A. Tarif yang dikenakan adalah Rp 3.000 per orang.

Taksi
Anda juga bisa menggunakan taksi untuk menuju ke pusat kota. Taksi bandara ini sudah menetapkan harga berdasarkan lokasi tujuan Anda. Untuk ke pusat kota tarif yang dikenakan berkisar antara Rp 60.000 – Rp 80.000.

Kereta Api
Untuk ke pusat kota dari bandara, Anda bisa menggunakan kereta api Prambanan Express atau Pramex yang akan membawa Anda ke kawasan Malioboro. Tarif yang dikenakan adalah Rp 10.000, Anda bisa membeli tiket di loket dekat bandara. Kereta api ini akan lewat setiap 30 menit sekali dari jam 05.00 sampai 19.00.

Ojek sepeda motor
Jika Anda ingin menggunakan ojek sepeda motor, Anda harus keluar dari area bandara terlebih dahulu. Tarif yang dikenakan untuk ke pusat kota berkisar Rp 20.000 – Rp 35.000 atau sesuai kesepakatan.

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Melalui darat

Kereta Api

Anda bisa ke Yogyakarta melalui perjalanan darat dengan menggunakan kereta api. Terdapat dua stasiun besar di Yogyakarta yaitu stasiun Tugu dan stasiun Lempuyangan yang disesuaikan dengan kota asal berangkat dan juga kelas kereta yang digunakan. Kereta api dari beberapa kota besar di Jawa melewati Yogyakarta, seperti Surabaya dan Jakarta. Uniknya, Anda tak bisa menemukan kereta api Yogyakarta – Semarang dan sebaliknya, meskipun jarak kedua kota ini tidak jauh.
Tarif:
  • Kelas Ekonomi: berkisar mulai dari Rp 50.000
  • Kelas Bisnis: berkisar mulai dari Rp 185.000
  • Kelas Eksekutif: berkisar mulai dari Rp 340.000

Bus

Anda bisa menggunakan bus untuk menuju Yogyakarta dari beberapa kota di Jawa, bahkan dari Bali. Terminal besar di Yogyakarta yang menjadi terminal kedatangan dan keberangkatan dari dan ke luar kota adalah terminal Giwangan.
Tarif:
  • Kelas Ekonomi: mulai dari Rp 80.000
  • Kelas Bisnis: mulai dari Rp 150.000

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Transportasi di Yogyakarta


Becak

Anda bisa menemukan banyak becak banyak temui di jalanan kota ini. Untuk berkeliling kota, tarif yang dikenakan mulai dari Rp 10.000.

 

Andong

Andong yang merupakan jenis transportasi yang ditarik oleh kuda ini juga bisa menjadi pilihan untuk berkeliling Yogyakarta. Andong  bisa memuat enam penumpang. Tarif yang dikenakan berkisar mulai dari Rp 20.000.

Trans Jogja

Trans Jogja memiliki delapan koridor dengan masing-masing rute yang bisa Anda gunakan untuk berkeliling Jogja, misalnya untuk Trans Jogja 1B yang melewati Kotagede dan Malioboro.
Tarif Trans Jogja Rp 3.000 per orang
Jam operasional Trans Jogja 06.00 – 22.00

Taksi

Taksi di Yogyakarta umumnya menggunakan argo meter namun kadang sopir menawarkan harga paket jika ingin berkeliling Yogyakarta. Tarif taksi argo mulai dari Rp 5.000 yang merupakan tarif buka pintu. Jika tak menggunakan argo meter, untuk berkeliling Jogja Anda bisa dikenakan tarif mulai dari Rp 30.000.

Bus

Bus reguler ini berbeda dengan bus Trans Jogja, namun rute yang dilewati hampir sama dengan Trans Jogja.
Tarif bus Rp 2.500.

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Iklim di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki iklim tropis sama seperti kota-kota lain di Indonesia. Musim kemarau berlangsung mulai bulan Mei sampai bulan Oktober, sedangkan musim hujan berlangsung mulai dari bulan November sampai bulan April.

Bahasa daerah di Yogyakarta

Yogyakarta merupakan kota yang masih menggunakan bahasa Jawa asli lengkap dengan lima tingkatan bahasanya. Di Yogyakarta Anda bisa menemukan lima tingkatan bahasa Jawa antara lain:
  • Bahasa Jawa biasa dasar (Ngoko Lugu)
  • Bahasa Jawa biasa tinggi (Ngoko Alus)
  • Bahasa Jawa halus dasar (Krama Lugu)
  • Bahasa Jawa halus menengah (Krama Madya)
  • Bahasa Jawa sangat halus (Krama Alus)

Penggunaan bahasa ini disesuaikan dengan usia dan juga kasta atau kelas dari lawan bicara. Untuk bicara dengan teman sebaya, bahasa yang digunakan adalah Ngoko Lugu. Sedangkan untuk bicara dengan orang yang lebih tua atau kasta yang lebih tinggi, bahasa yang digunakan adalah Krama Alus.
Orang Yogyakarta juga biasa menambahkan kata ‘Jan’ dalam kalimatnya. Kata ‘Jan’ ini sebenarnya tidak ada artinya, hanya saja penggunaannya mirip dengan kata ‘Cuk’ di Surabaya, sebagai penguat kalimat saja.

Istilah lokal populer di Yogyakarta

‘Piye je?’ artinya, ‘Jadi bagaimana?’
‘Pinten regine?’ artinya ‘Berapa harganya?’
‘Pripun kabare?’ artinya, ‘Bagaimana kabarnya?’
‘Wah piye iki. Wes dikandhani kok sek ora ngerti, Jan!’ artinya, ‘Wah bagaimana ini. Sudah diberitahu kok masih tidak mengerti.’

Objek Wisata di Yogyakarta

Pasar Malioboro dan Beringharjo



Kedua pasar ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Anda bisa menemukan batik, pakaian, sandal sampai jajanan khas Yogyakarta seperti bakpia pathok dan yangko. Lokasi kedua pasar ini berdekatan dan karena letaknya berada di pusat kota, akses ke pasar ini juga tergolong mudah. Saat malam, lokasi ini juga dijadikan tujuan wisata kuliner karena banyak warung lesehan khas jogja di sepanjang jalan.

Museum Benteng Vredeburg





Benteng ini berada tak jauh dengan kawasan pasar Malioboro dan Beringharjo. Benteng berbentuk segi empat ini dulunya dibangun Belanda untuk mengawasi perkembangan keraton. Benteng Vredeburg saat ini masih terawat dengan baik dan dijadikan museum. Di setiap gedung terdapat diorama, miniatur tiga dimensi, yang menggambarkan perjuangan warga Yogyakarta melawan penjajah saat itu.
Harga tiket masuk:
  • Dewasa: Rp 2.000
  • Anak-anak: Rp 1.000
Jam operasional:
  • Selasa – Jumat, 08.00 – 16.00
  • Sabtu – Minggu, 08.00 – 17.00
Hari Senin dan hari libur nasional tutup.

Monumen Serangan Umum 1 Maret
Monumen Serangan Umum 1 Maret ini dibangun untuk memperingati serangan umum yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada pihak sekutu di bawah komando Letkol Soeharto. Monumen yang berada di Jalan Malioboro ini sering dijadikan lokasi acara-acara besar seperti konser musik dan pertunjukan seni budaya. Dari Benteng Vredeburg, Anda hanya perlu berjalan kaki 15 menit untuk ke monumen ini.

Taman Pintar Yogyakarta

Taman pintar ini masih berada di komplek yang sama dengan ketiga objek wisata sebelumnya. Tempat ini cocok untuk Anda kunjungi bersama anak-anak. Taman pintar dibagi menjadi beberapa zona, salah satu yang menarik adalah planetarium. Di planetarium Anda bisa menemukan pertunjukan film antariksa dengan berbagai alat peraga.
Tiket masuk:
  • Zona Playground: gratis
  • Gedung PAUD: Rp 1.000 (untuk anak usia 2 – 7 tahun)
  • Gedung Oval & Kotak: Rp 5.000 (untuk usia 5 – 18 tahun)
  • Gedung Memorabilia (anak): Rp 1.000
  • Gedung Memorabilia (dewasa): Rp 2.000
Buka:
  • Selasa – Minggu, 09.00 – 16.00
  • Senin tutup

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Wisata budaya di Yogyakarta

Keraton Kesultanan Yogyakarta

Keraton Kesultanan Yogyakarta merupakan komplek istana Sri Sultan Hamengkubuwono X. Masuk ke keraton ini, Anda akan disuguhi berbagai budaya Jawa, seperti tarian-tarian yang diiringi gamelan dan juga arsitektur Jawa di setiap bangunannya. Keraton ini dibuka setiap hari mulai jam 08.00 sampai 13.30 dengan harga tiket masuk Rp 5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing.

Masjid Agung Kotagede

Kotagede tak hanya terkenal dengan kerajinan emasnya. Di sini Anda bisa berkunjung ke Masjid Agung Kotagede yang merupakan masjid pertama di Yogyakarta. Masjid ini merupakan bukti toleransi beragama saat itu. Untuk menghormati umat Hindu yang ikut membangun masjid ini, gerbang masuk masjid dibuat meyerupai gerbang pura dan atap masjid pun dibuat berundak khas bangunan Hindu.

Museum Batik Yogyakarta

Museum batik ini didirikan oleh keluarga Hadi Nugroho dengan mengumpulkan koleksi batik pribadi dan juga keluarga. Museum ini memiliki koleksi lengkap yang dibagi menjadi tiga kategori: Batik Pedalaman, Batik Pesisiran Daerah sampai peralatan batik kuno. Museum ini memiliki ribuan koleksi batik, bahkan ada batik dari tahun 1700. Terletak di Jalan Dr. Soetomo 13A, museum ini buka setiap Senin – Sabtu jam 09.00 – 15.00. Biaya masuk museum batik ini adalah Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Hiburan malam (night-life) di Yogyakarta

 


Lecker

Café modern yang menyajikan berbagai kopi khas Indonesia mulai dari kopi luwak sampai kopi Toraja. Lecker terletak di Jalan Tirtodipuran 38.

Bar di Jalan Malioboro

Saat malam jalan Malioboro ramai dengan bar-bar yang menyediakan bir murah juga snack.

Gudeg Pawon

Warung gudeg ini buka mulai jam 22.30 dan selalu ramai pembeli. Pembeli akan dilayani di ‘pawon’ yang berarti di dapur dan bisa menikmati gudeg langsung di sana. Terletak di Jalan Janturan, Umbulharjo, harga gudeg ini Rp 20.000 per porsi.

Alun-alun kidul Yogyakarta

Alun-alun kidul atau yang biasa disebut Alkid merupakan alun-alun yang terletak di belakang komplek keraton dan ramai dikunjungi saat malam hari. Anda juga bisa menikmati jagung bakar, roti bakar, ronde, dan lain-lain. Yang menarik dari Alkid ini adalah tradisi Mesangin. Anda diharuskan berjalan melewati dua pohon beringin yang berada di tengah-tengah alun-alun dengan mata tertutup. Mitosnya jika Anda berhasil melewatinya maka keinginan Anda akan terkabul. Anda hanya mengeluarkan biaya Rp 5.000 untuk sewa kain hitam penutup mata.

(harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

Tempat makan rekomendasi di Yogyakarta

Gudeg Cukupan Batas Kota, Jalan Solo, Yogyakarta
Ice Cream Tip Top, Jalan Pangeran Mangkubumi 24, Yogyakarta
Ikan Bakar Jimbaran, Jalan Damai, Yogyakarta
Soto Ayam Kampung Pak Dalbe, Jalan Jend. Sudirman, Yogyakarta
The House of Raminten, Jalan FM Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta

 

Tips wisata di Yogyakarta

  • Saat masuk ke keraton, lepaskan topi dan kacamata hitam. Memakai topi dan kacamata hitam dianggap tak sopan di keraton.
  • Bagi penggemar kopi, Anda bisa datang ke angkringan Lik Man di dekat stasiun Tugu untuk menikmati Kopi Joss. Kopi Joss ini unik karena disajikan dengan arang panas yang membuat rasanya berbeda dari kopi kebanyakan.
  • Anda bisa menggunakan becak yang menawarkan paket wisata ke beberapa tempat dengan tarif mulai dari Rp 50.000.
  • Warga Yogyakarta terbiasa memberi tahu arah jalan dengan memakai istilah sebelah barat, timur, utara dan selatan. Pastikan Anda mengetahui arah mata angin tersebut jika hendak menanyakan arah jalan.

Minggu, 19 April 2015

Mimpi Indah #



Kebahagian Hidup yg Sejati adalah Hidup dengan Rendah Hati


Karena aku lebih tertarik menikmati keindahan hidupku. ~



Tuhanku, panjangkanlah umur ibuku, agar aku bisa membahagiakannya, agar aku bisa melihat senyum diwajahnya selama lamanya

Kecantikan adalah bagaimana Anda merasa di dalam , dan itu mencerminkan di mata Anda . Ini bukan sesuatu yang bersifat fisik . ~ Indah 



Untuk menjadi jenius, anda tidak hanya membutuhkan pengetahuan tapi juga membutuhkan pengalaman”.


Apapun hal tersebut, tergantung dari sudut mana kita memandang jika kita pandang positif maka hasilnya positif, pun begitu sebaliknya..






By : Indah Bunga Intan Matondang